Saturday, 31 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

10 Wilayah di Aceh Berpotensi Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang

10 Wilayah di Aceh Berpotensi Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang
Foto: BNPB

Komparatif.ID, Banda Aceh– Masyarakat di sejumlah wilayah Aceh diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang pada 31 Oktober hingga 2 November 2026.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan memasuki musim hujan, ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor perlu diantisipasi.

Peringatan tersebut sejalan dengan informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh yang menyebutkan sejumlah faktor atmosfer mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Aceh.

Kondisi itu antara lain dipengaruhi aktivitas Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman, gelombang Kelvin yang aktif, serta adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh menjelaskan, aktifnya Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman dan gelombang Kelvin yang terpantau di wilayah Aceh turut mendukung peningkatan aktivitas konvektif. Selain itu, belokan angin dan konvergensi juga berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan.

Baca juga: Bibit Siklon Tropis 91B Menjauh, Aceh Masih Diintai Hujan Lebat Hingga 31 Oktober

Faktor lainnya adalah suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia bagian barat Sumatera serta perairan utara dan timur Aceh. Kondisi tersebut berpotensi menambah kandungan uap air di atmosfer sehingga mendukung pembentukan awan hujan.

BMKG meminta masyarakat mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi tersebut berkaitan dengan pemanasan intens yang terjadi pada siang hari.

Warga juga diimbau berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang berpotensi disertai angin kencang.

Sementara itu, BNPB melaporkan adanya peningkatan kejadian bencana hidrometeorologi basah di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Oktober 2026. Berdasarkan data Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB per Jumat (30/10/2026), total kejadian bencana di Indonesia tercatat mencapai 2.247 kejadian.

Penambahan kejadian bencana tersebut didominasi bencana hidrometeorologi, termasuk enam kejadian banjir di Sumatera Utara dan Aceh serta dua kejadian cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *