BNPB: Akses Jalan dan Jembatan Nasional di Aceh Pulih

Korban Banjir Sumatra Tembus 914 Jiwa, Aceh Tertinggi BNPB Ungkap Personel TNI Tangani Bencana Terima Uang Lelah Rp165 Ribu/Hari BNPB: Akses Jalan dan Jembatan Nasional di Aceh Pulih
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Jakarta— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) memastikan seluruh akses jalan dan jembatan nasional di Aceh yang terdampak bencana telah pulih secara fungsional sesuai target pemerintah pada 30 Desember.

Kepala Pusat Komunikasi Bencana BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan capaian pemulihan ini sejalan dengan target yang sebelumnya ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Menurutnya, seluruh pekerjaan pemulihan akses jalan dan jembatan nasional di Aceh telah rampung sesuai jadwal yang dicanangkan.

“Sebelumnya kita menginformasikan bahwa target dari Kementerian PUPR untuk jalan dan jembatan seluruh akses nasional di Aceh itu pulih di tanggal 30 Desember. Alhamdulillah, semua target itu tercapai,” kata Abdul dalam keterangan pers daring, Kamis (1/1/2026).

Ia menjelaskan pulihnya akses jalan dan jembatan memiliki peran penting dalam mendukung percepatan distribusi logistik serta pemulihan sektor energi dan komunikasi pascabencana.

Dengan terbukanya kembali jalur-jalur utama, konektivitas antarwilayah di Aceh kembali berjalan normal.

Abdul merinci sejumlah jalur strategis kini telah kembali terhubung, mulai dari Banda Aceh menuju Medan melalui jalur lintas timur, Banda Aceh ke Nagan Raya melalui jalur lintas barat, serta Nagan Raya menuju Takengon melalui jalur lintas tengah.

Selain itu, jalur Lhokseumawe ke Takengon melalui kawasan KKA, Bireuen ke Bener Meriah, serta Pidie ke Takengon juga telah kembali dapat dilalui.

Baca juga: Dangkal Akibat Banjir, Sungai-Sungai di Aceh Akan Dinormalisasi Lewat Laut

Meski demikian, BNPB mengakui masih terdapat beberapa jembatan yang saat ini masih dalam proses perbaikan. Namun, Abdul memastikan jalur alternatif telah disiapkan sehingga akses transportasi tetap dapat berfungsi.

Dari total 16 jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan terputus, sebanyak 12 jembatan telah selesai diperbaiki. Empat jembatan lainnya masih menggunakan jalur alternatif yang dinilai fungsional dan aman untuk dilalui.

Selain kerusakan jembatan, BNPB juga mencatat adanya 361 titik longsoran di berbagai wilayah Aceh akibat bencana.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 360 titik longsoran telah berhasil ditangani. Abdul menyebutkan bahwa perbaikan mencakup longsoran tebing, longsoran sebagian badan jalan, hingga badan jalan yang sempat terputus dan kini telah kembali normal.

Abdul menegaskan pemulihan akses darat ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang berjalan sesuai target pemerintah dengan mengedepankan prinsip gotong royong.

Ia menambahkan, setelah pemulihan akses jalan dan jembatan, prioritas pemerintah selanjutnya adalah pemulihan sektor energi yang diharapkan dapat diselesaikan pada pertengahan Januari 2026.

Artikel SebelumnyaKajari Simalungun Salurkan Sembako untuk Korban Banjir di Bireuen
Artikel SelanjutnyaIGI Aceh Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir di Tangse Pidie

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here