
Komparatif.ID, Redelong— Jalur nasional Bireuen-Takengon, tepatnya di kilometer 62, jembatan Tenge Besi, Kecamatan , Kabupaten Bener Meriah, hancur total setelah dilamun banjir bandang dan tanah longsor yang memuncak pada Rabu, 26 November 2025.
Jalur tersebut rusak parah sepanjang dua kilometer, yang membuat warga Tanoh Gayo sempat terkurung di wilayah itu. jembatannya putus, jalannya amblas ke dalam jurang, tebing-tebing ambrol seperti bubur. Tetumbuhan tumbang.
Menurut informasi yang diterima Komparatif.ID, hingga Rabu, (17/12/2025), jalur jembatan Tenge Besi, belum dapat dilalui kendaraan bermotor. Pun demikian, sebagian besar lumpur yang menutupi badan jalan yang telah rusak, telah dipindahkan oleh petugas, termasuk dari unsur TNI.

Baca juga: Status Bencana Nasional dan Problem Kebijakan Negara
Personel TNI juga disiagakan di sana, sebagai pemandu dan pemantau supaya memudahkan masyarakat dan relawan melintas jalur yang telah porak-poranda. Hujan yang masih sering turun di Aceh, membuat proses pemulihan darurat kawasan tersebut mengalami kendala sangat serius.
Meski telah bisa dilalui pejalan kaki, jalur tersebut belumlah aman. Jalanan yang licin, lumpur yang masih dominan, longsor yang bisa terjadi kapan pun.
Bila tidak ada aral melintang, sedang diupayakan supaya pada Kamis, (18/12/2025) jalur tersebut sudah bisa dilintasi sepeda motor.
Sebelum Tenge Besi dibuka secara darurat, warga yang hendak ke arah Bireuen maupun ke arah Takengon, harus melalui lautan lumpur. Meski secara keselamatan jalur tersebut tidak dibenarkan untuk diarungi, tapi tidak ada yang bisa benar-benar melarang para korban mencari jalan selamat masing-masing.












