Pengungsi Manyang Cut Keluhkan Bantuan Menumpuk di Satu Dusun

Pengungsi Manyang Cut Keluhkan Bantuan Menumpuk di Satu Dusun
Kondisi dapur umum di meunasah Manyang Cut. Foto: Harmadi.

Komparatif.ID, Meureudu— Sejumlah warga korban banjir yang mengungsi di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, mengeluhkan ketidakadilan dalam distribusi bantuan logistik.

Warga Dusun Meunasah Cut mengaku belum menerima bantuan dasar seperti beras, minyak goreng, dan telur, sementara bantuan dari berbagai pihak justru menumpuk di dusun tetangga dalam gampong yang sama.

Pengungsi yang menempati meunasah Gampong Manyang Cut di Dusun Meunasah Cut menyatakan keprihatinan karena hingga kini belum tersentuh bantuan sembako. Mereka mengatakan hanya bantuan pakaian yang sempat disalurkan, sementara kebutuhan pokok belum diterima.

“Kami tidak ada yang menyalurkan bantuan berupa beras, minyak makan, telur, dan kebutuhan lain. Kalau baju yang dibantu itu sudah lumayan banyak,” keluh Rusyiah, salah seorang pengungsi, Rabu (10/12/2025).

Kondisi berbeda justru dirasakan Dusun Meunasah Krueng Baroh, yang masih berada dalam satu gampong. Dusun tersebut dilaporkan menerima pasokan logistik dan bahkan mendapatkan dapur umum dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.

Warga menyayangkan ketimpangan tersebut karena seluruh dusun terdampak banjir yang sama.

Baca juga: IKAPALA Aceh Kecam Penggunaan Gajah Untuk Bersihkan Sisa Banjir di Pidie Jaya

“Kami korban musibah banjir satu gampong, walaupun beda dusun seharusnya kami juga mendapatkan bantuan tersebut. Namun yang mendapat bantuan khusus untuk Dusun Meunasah Krueng Baroh saja,” ungkap seorang warga.

Berdasarkan pantauan, bantuan dari luar Kabupaten Pidie Jaya terlihat menumpuk di posko Dusun Meunasah Krueng Baroh dan hanya disalurkan kepada warga dusun setempat.

Warga Dusun Meunasah Cut mengaku kesulitan mengakses bantuan tersebut dan merasa dianaktirikan dalam situasi darurat ini.

Di tengah kondisi itu, sejumlah warga terpaksa bertahan seadanya. Malahayati, warga Manyang Cut, menceritakan bagaimana ia bersama sekitar 25 jiwa lainnya harus mengungsi ke rumah warga dua lantai selama lima hari karena rumah dan akses jalan tertutup lumpur setebal satu meter.

Mereka bertahan hanya dengan makanan yang diberikan pemilik rumah.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah daerah agar segera diprioritaskan untuk masyarakat yang mengungsi, masyarakat di sini sangat membutuhkan posko logistik,” ujarnya.

Keuchik Gampong Manyang Cut, Dahlan Usman, membenarkan kondisi warganya yang masih kesulitan tempat tinggal. Ia mengatakan pihak desa telah berupaya membangun dapur umum sederhana di meunasah menggunakan kayu bakar agar kebutuhan makan warga tetap terpenuhi.

“Saya telah membangun dapur umum sederhana meski para dapur umum masak dengan kayu bakar. Namun kami petugas tetap berusaha untuk memasak demi kepentingan masyarakat Dusun Manyang Cut,” ujarnya.

Artikel SebelumnyaPuskesmas Juli 1 Periksa Kesehatan Warga Krueng Simpo dan Sukatani
Artikel SelanjutnyaSoal Status Bencana Nasional, Yang Paling Panik Bukan Rakyat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here