Waspadai Stroke Setelah Lebaran

Kolesterol stroke santan lebaran Idulfitri
Prima Trisna Aji, Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang.

Jumlah pasien stroke meningkat tajam usai Idulfitri. Penyebabnya karena makanan yang dikudap sepanjang Hari Raya yang mengandung kolesterol tinggi dan gula tinggi.

Idulfitri merupakan hari kemenangan yang dirayakan oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama 30 hari penuh, umat muslim bertemu dengan hari raya yang diidamkan.

Baca: Kenapa Selama Puasa Jantung Lebih Sehat? 

Di negara Indonesia memiliki tradisi setelah melaksanakan salat Ied dilanjut dengan berkeliling ke seluruh tetangga hingga seluruh keluarga besar.

Setiap rumah menyediakan berbagai jenis makanan dan snack untuk menjamu tamu yang datang berhari raya. Tamu pun tidak boleh menolak ragam kuliner yang disajikan. Hidangan tersebut mulai dari yang tinggi gula, tinggi kolesterol, hingga makanan tinggi purin serta tinggi santan.

Di Jawa, Lebaran disambuta riang gembira dengan kuliner opor atam, opor bebek, dan opor angsa. Perlu diketahui bahwa opor serta daging bebek merupakan makanan yang memiliki tinggi santan serta memiliki kolesterol yang sangat tinggi.

Berdasarkan dari data ahli gizi tahun 2024, daging bebek mengandung sekitar 80 mg kolesterol per 100 gram. Kandungan kolesterol ini lebih tinggi dibandingkan daging ayam yang hanya mengandung sekitar 60 mg kolesterol per 100 gram.
Apabila terlalu banyak mengkonsumsi daging bebek dicampur dengan santan yang tinggi, maka akan mengakibatkan lonjakan kolesterol jahat dalam darah.

Kolesterol sendiri merupakan jenis lemak yang terdapat dalam darah dan sel-sel tubuh. Perlu diketahui bahwa kolesterol dibagi menjadi dua jenis, yaitu kolesterol baik yang biasa disebut dengan (high-density lipoprotein atau HDL) dan kolesterol jahat (low-density lipoprotein atau LDL).

Tubuh akan bermasalah apabila nilai ambang batas kolesterol di atas normal. Kadar kolesterol total yang normal untuk orang dewasa adalah di bawah 200 mg/dL, dengan kadar LDL (kolesterol jahat) di bawah 100 mg/dL dan HDL (kolesterol baik) di atas 60 mg/dL.

Mengutip dari Dokter RS di Gresik dr Heri Munajib, SpN menyampaikan bahwa pasca bulan Ramadan, warga Kabupaten Gresik melakukan unjung-unjung untuk bersilaturahmi.

Setelah Lebaran, kasus stroke terjadi peningkatan. Karena banyak yang menganggap bahwa Lebaran merupakan ajang “balas dendam” setelah selama satu bulan tidak bisa makan setiap waktu.

Kebanyakan warga mengkonsumsi makanan yang tinggi purin, lemak, kolesterol, dan gula pada Lebaran, sehingga menyebabkan peningkatan gula dan tensi darah meningkat menyebabkan hipertensi. Hipertensi tak jarang menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Stroke dapat terjadi jika pembuluh darah pecah.

Stroke sendiri merupakan penyakit yang mengancam jiwa karena apabila terjadi serangan stroke, setiap menit sebanyak 1,9 juta sel otak dapat mati. Di seluruh dunia, stroke adalah penyebab utama kematian dan disabilitas nomor dua. Di Indonesia, stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian, menyumbang 18,5% dari kematian total dan 11,2% dari kecacatan total.

Data dari Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa tingkat prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 orang. Stroke juga merupakan salah satu penyakit yang paling membahayakan, menghasilkan pembiayaan tertinggi ketiga setelah kanker dan penyakit jantung, mencapai Rp5,2 triliun pada tahun 2023.

Makanan yang disediakan saat Lebaran biasanya dalam jumlah besar. Sehingga tidak habis dikonsumsi sekali duduk. Pemanasan berulang mengubah lemak jenuh, yang menyebabkan peningkatan kolesterol. Selain itu, makanan yang tersedia biasanya mengandung banyak bumbu, yang biasanya asin. Selain itu, kue-kue manis dan berbagai hidangan gurih meningkatkan gula darah dan konsumsi garam.

Kadar lemak jahat (LDL) dalam darah dapat meningkat sebagai akibat dari konsumsi santan yang tidak terkontrol. Seseorang dapat mengalami komplikasi yang lebih serius, seperti penyakit jantung koroner (PJK) atau bahkan stroke.

Kasus terbaru terjadi setelah Idulfitri 2023. Setelah bersepeda di bawah sinar matahari selama liburan, Muhamad Syamil Aqil, seorang remaja berusia 11 tahun, meninggal akibat dehidrasi dan heat stroke. Ia meninggal dunia di Klinik Kesehatan Balai di dekat Bachok, Kelantan, Malaysia.

Kemudian kasus yang terjadi di Desa Sekaran, Wonosari, Klaten, seorang nenek terkena stroke ketika merayakan Idulfitri. Dia mampu bertahan selama tiga hari di rumah sakit, setelahnya meninggal dunia. Setelah ditelusur ternyata sang nenek terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak serta makan tape terlalu banyak.

Cara Mengurangi Risiko Stroke

Salah satu cara untuk mengurangi risiko stroke dan hipertensi selama Idulfitri adalah dengan menghindari makanan dan minuman yang tinggi kalori dan gula. Makanan dan minuman seperti opor, rendang, es cendol, dan es boba adalah contoh makanan yang dapat menyebabkan stroke.

Kemudian diimbangi dengan olahraga secara teratur untuk membuat Anda merasa nyaman dan tidak stres, menjaga berat badan ideal.

Makan makanan yang kaya nutrisi, seperti buah dan sayur, dengan mengurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak, natrium, dan kolesterol. Kemudian jangan merokok dan tidur 7–8 jam sehari.

Selanjutnya adalah bisa mengenal lebih dini dari serangan stroke, panduannya menggunakan slogan Kementerian Kesehatan yaitu “SEGERA” ke Rumah Sakit, yang berarti apabila terjadi tanda gejala senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, kesulitan menelan air minum secara tiba-tiba, dan gerak separuh anggota tubuh yang melemah.

Kemudian, bicara pelo, tiba-tiba tidak dapat bicara, tidak mengerti kata-kata, bicara tidak nyambung, kebas atau baal, kesemutan separuh tubuh, rabun, pandangan satu mata kabur yang terjadi tiba-tiba, sakit kepala hebat yang tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan keseimbangan seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi seperti tremor, gemetar, dan sempoyongan.

Karena setiap detik sangat penting, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis Neurologi Saraf. Selama periode emas, atau 4,5 jam, stroke dapat ditangani dengan cepat, mengurangi risiko kematian dan kecacatan.

Saran selanjutnya adalah jangan menunda untuk pergi ke rumah sakit dengan harapan gejala akan sembuh sendiri. Pasien yang mengalami stroke harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mencegah kematian jaringan yang terlalu luas dan menyelamatkan bagian otak yang belum mati.

Penulis :Prima Trisna Aji, Dosen Prodi Spesialis Medikal Bedah, Universitas Muhammadiyah Semarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here