SKK Migas: BBM Impor RON 92 Bisa Ditingkatkan Lewat Blending di Kilang

Harga Pertamax dan Dex Naik Mulai 1 Januari 2025 Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik mulai Januari 2025. Foto: HO for Komparatif.ID. SKK Migas: BBM Impor RON 92 Bisa Ditingkatkan Lewat Blending di Kilang
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Jakarta— Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan proses blending atau pencampuran beberapa jenis minyak bumi diperbolehkan untuk meningkatkan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Proses ini bertujuan untuk memperbaiki mutu BBM agar sesuai dengan standar yang diinginkan, termasuk dalam meningkatkan nilai Research Octane Number (RON).

Djoko menjelaskan peningkatan RON melalui blending dilakukan dengan mencampurkan minyak bumi dengan zat aditif tertentu. Salah satu zat yang kerap digunakan dalam proses ini adalah Nafta, produk sampingan dari penyulingan minyak mentah, yang mampu meningkatkan angka oktan BBM. 

“Bisa (blending), kan di kilang itu untuk memproduksi minyak agar meningkatkan Research Octane Numbernya, misal ke 98 yang lebih tinggi,” katanya mengutip kontan.co.id, Rabu (26/2/2025).

Di kilang minyak, blending menjadi bagian dari produksi yang memungkinkan BBM memiliki nilai RON lebih tinggi, seperti RON 98 yang menawarkan ketahanan lebih baik terhadap knocking atau pembakaran prematur di ruang bakar mesin kendaraan.

Baca juga: Menteri ESDM Sebut Blending BBM Tidak Langgar Aturan

Saat ini, Indonesia memiliki beberapa jenis BBM dengan nilai RON yang berbeda. Melalui Pertamina, terdapat produk Pertalite dengan RON 90, Pertamax dengan RON 92, Pertamax Green dengan RON 95, serta Pertamax Turbo yang memiliki RON 98. 

Dari keempat produk tersebut, Pertalite merupakan satu-satunya BBM yang mendapat subsidi pemerintah, sementara yang lainnya dijual dengan harga yang mengikuti mekanisme pasar.

Djoko menjelaskan BBM yang diimpor ke Indonesia umumnya memiliki nilai RON 92 atau setara dengan Pertamax. Jika dibutuhkan BBM dengan nilai oktan yang lebih tinggi, maka bahan bakar tersebut dapat ditingkatkan melalui proses blending dengan menambahkan zat aditif yang mampu menaikkan angka RON hingga 95 atau 98.

Terkait dengan kualitas BBM yang beredar di masyarakat, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi, ia memastikan bahwa semuanya telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. 

“Biasanya BBM impor itu di masyarakat RON 92, kalau mau tingkatkan jadi RON 95 atau 98 ya ditambah aditif yang bisa meningkatkan RON itu,” jelas Kepala SKK Migas.

Menurutnya, setiap jenis BBM yang dipasarkan sudah memenuhi standar mutu yang sejalan dengan harga jualnya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas bahan bakar yang mereka gunakan.

“Kualitas sudah sesuai semua, yang 90 dan 92. Spek-nya sudah sesuai,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here