Komparatif.ID, Jakarta— Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari, memastikan rangkaian seluruh debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) akan diselenggarakan di Jakarta.
“Ada kemungkinan rencananya di Jakarta semua. Ada satu (kali debat) nanti entah pembukaan atau penutupan di Kantor KPU,” ungkap Hasyim di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (29/11/2023).
Meskipun lokasi sudah dipastikan di Jakarta, Hasyim belum dapat memastikan kapan debat capres dan cawapres akan dilaksanakan. Dia menyatakan hal tersebut akan dibahas dengan tim pasangan capres dan cawapres.
“Belum (ditentukan waktu pelaksanaan). Nanti setelah ini juga siang atau sore nanti akan hasil pembicaraan pagi ini akan dibahas juga dengan tim pasangan calon hari ini juga supaya kemudian makin matang,” terang Hasyim.
Baca juga: KPU RI Tetapkan Komisioner KIP Aceh 2023-2028
Selain membahas waktu pelaksanaan, KPU juga akan mematangkan pemilihan panelis debat. “Supaya ada materi yang makin matang termasuk juga kita membahas panelis, siapa saja panelis untuk topik-topik diskusi atau topik-topik debat yang akan dibahas nanti,” lanjutnya.
Menyoal topik debat, Hasyim menyebut beberapa poin yang akan menjadi fokus, termasuk situasi global dan regional yang berdampak terhadap Indonesia, serta kondisi perekonomian.
“Sebenarnya di Undang-Undang Pemilu sudah ada topik-topik yang dibahas dalam debat capres, detailnya seperti apa dan kemudian situasi global, situasi regional, lalu dampaknya terhadap konteks domestik di Indonesia dalam jangka waktu lima tahun masa jabatan presiden dan wakil presiden,” ujar Hasyim.
Lebih lanjut, Hasyim menegaskan bahwa aspek keuangan dan kondisi ekonomi menjadi pokok bahasan penting dalam debat tersebut. Diskusi mengenai kondisi ini diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap perumusan program visi misi yang kontekstual.
“Kondisi ekonomi kita seperti apa yang saya kira itu penting untuk didiskusikan supaya apa yang didiskusikan itu faktual sesuai dengan fakta dan kemudian sesuai dengan kondisi yang dihadapi supaya ketika menyusun program visi misi kontekstual,” tambahnya.